Pelaksanaan Kegiatan Kurban Saat PPKM Darurat di Cilacap, Ini Aturannya….

Rangkaian   kegiatan ibadah  kurban yang meliputi  penjualan dan pemotongan hewan kurban, perlu dilakukan penyesuaian terhadap prosedur pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap mengeluarkan Surat Edaran khusus tentang pelaksanaan

Rangkaian   kegiatan ibadah  kurban yang meliputi  penjualan dan pemotongan hewan kurban, perlu dilakukan penyesuaian terhadap prosedur pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap mengeluarkan Surat Edaran khusus tentang pelaksanaan kegiatan kurban pada masa pandemi Covid-19 melalui Surat Edaran dengan Nomor: 800/04261/33/Tahun 2021 yang salah satu poinnya yaitu pelaksanaan kegiatan kurban pada masa PPKM Darurat di Kabupaten Cilacap harus memperhatikan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan atau penyebaran COVID-19.

“Edaran ini dapat digunakan sebagai panduan bagi semua pihak terkait pada pelaksanaan kegiatan kurban pada masa PPKM darurat, tetntunya dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto, SP., MP., Jumat (9/7/2021).

Beliau juga menambahkan bahwa pemotongan hewan kurban sebaiknya dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH). Namun, karena keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH di Kabupaten Cilacap, pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH dengan protokol kesehatan yang ketat. Adapun kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging kurban kepada warga masyarakat yang berhak menerima juga wajib memerhatikan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Pelaksanaan kurban di Kabupaten Cilacap pada masa PPKM Darurat harus memenuhi sejumlah ketentuan sesuai SE Nomor:800/04261/33/Tahun 2021, yaitu:

I. Penjualan Hewan Kurban

A. Jaga Jarak Fisik (Physical Distancing)

  1. Penjualan hewan kurban dilakukan di tempat yang telah mendapat izin dari Satgas COVID-19 Tingkat Kecamatan;
  2. Penjualan hewan kurban dioptimalkan dengan memanfaatkan teknologi daring atau   dikoordinir oleh panitia (Dewan Kemakmuran Masjid, Badan Amil Zakat Nasional, Lembaga Amil Zakat Nasional atau organisasi/lembaga  amil  zakat lainnya); dan
  3. Pengaturan tata cara penjualan meliputi pembatasan waktu penjualan, layout tempat penjualan dengan memperhatikan lebar lorong lapak penjualan, pembedaan pintu masuk dan pintu keluar,  alur  pergerakan  satu arah,  jarak  antar  orang  di  dalam  lokasi  minimal 1 (satu)  meter, dan penempatan fasilitas cuci tangan yang mudah diakses.

B. Penerapan Higiene Personal

  1. Penjual dan pekerja serta caIon pembeli hewan kurban harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APO) berupa masker, sarung tangan sekali pakal (disposible), dan pakaian lengan panjang selama di tempat penjualan;
  2. Setiap orang yang masuk dan keluar dari tempat penjualan harus melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir dan/ atau menggunakan hand sanitizer kandungan alkohol paling kurang 70%

C. Pemeriksaan  Kesehatan  Awai (Screening)

  1. Penjual  dan/atau  pekerja  yang  berasal  dari  daerah  lain  (provinsi, kabupaten dan/atau kota) harus dalam kondisi sehat dan wajib menunjukkan hasil negatif rapid antigen/PCR yang masih berlaku sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Cilacap;
  2. Melakukan pengukuran suhu tubuh (screening) di setiap pintu masuk lokasi penjualan  dengan  alat pengukur suhu tubuh tanpa kontak (thermogun) oleh  petugas  dengan  memakai masker;  dan
  3. Setiap orang yang memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas dilarang masuk ke tempat penjualan.

D. Penerapan Higiene dan Sanitasi

  1. Menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun cair dan/atau hand sanitizer dengan  kandungan alkohol paling kurang 70% di  setiap  akses masuk atau tempat yang mudah dijangkau;
  2. Penjual dan/atau pekerja melakukan pembersihan tempat penjualan dan peralatan yang akan maupun telah digunakan dengan desinfektan, membuang       kotoran dan/atau limbah fasilitas penanganan kotoran/limbah;
  3. Setiap orang di tempat penjualan hewan kurban agar menggunakan perlengkapan milik  pribadi antara lain perlengkapan sholat, serta peralatan makan dan minum;
  4. Setiap orang menghindari berjabat tangan atau kontak langsung lainnya, dan memperhatikan etika batuk/bersin/meludah; dan
  5. Setiap orang dari tempat penjualan harus segera membersihkan diri (mandi dan mengganti pakaian) sebelum kontak langsung dengan keluarga/orang lain pada saat tiba di rumah.

II. Pemotongan Hewan Kurban

A. Jaga Jarak Fisik (Physical Distancing)

  1. Pemotongan hewan kurban dapat dilakukan diluar RPH-R dengan terlebih dahulu    mendapatkan ijin dari Satgas COVID-19 Tingkat Kecamatan;
  2. Mengatur kepadatan dengan membatasi jumlah panitia dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban;
  3. Melakukan  pembatasan di fasilitas pemotongan hewan kurban yang hanya  dihadiri  oleh panitia yang langsung menangani proses pemotongan hewan dan daging;
  4. Pengaturan  jarak  minimal 1 (satu) meter dan tidak saling  berhadapan antar  petugas  pada  saat  melakukanaktifitas pengulltan, pencacahan, penanganan, dan pengemasan daging;
  5. Dalam hal proses perobohan dan penyembelihan yang tidak memungkinkan jarak  minimal 1 (satu) meter antar orang maka penggunaan APD dimaksimalkan; dan
  6. Pendistribusian daging kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik.

B. Penerapan Higiene Personal

  1. Petugas yang melakukan pengulitan, penanganan dan pencacahan karkas/daging dan jeroan   harus menggunakan alat pelindung diri (APD) paling kurang seperti masker, sarung tangan sekali    pakai (disposable), apron, dan penutup alas kaki sepatu  (cover shoes);
  2. Penanggungjawab kegiatan kurban mengedukasi setiap orang untuk menghindari  menyentuh  muka  termasuk  mata,   hidung,  telinga   dan mulut, serta menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer,
  3. Setiap orang melakukan CTPS atau menggunakan hand sanitizer sesering mungkin;
  4. Setiap orang menghindari berjabat tangan atau kontak langsung lainnya, dan memperhatikan etika batuk/ bersin /meludah;
  5. Setiap orang melakukan pembersihan tempat pemotongan dan peralatan yang akan maupun yang telah digunakan dengan desinfektan, membuang kotoran dan/atau limbah pada fasilitas  penanganan kotoran/limbah; dan
  6. Setiap orang dari tempat pemotongan harus segera membersihkan diri (mandi dan mengganti pakaian) sebelum meninggalkan tempat pemotongan atau sebelum kontak langsung dengan keluarga/orang lain; dan
  7. Selama kegiatan pemotongan berlangsung dilarang makan dan minum.

C. Pemeriksaan Kesehatan Awal (Screening)

  1. Melakukan pengukuran suhu tubuh (screening) di setiap pintu masuk tempat pemotongan dengan alat pengukur suhu non kontak (thermogun) oleh petugas/pekerja dengan memakai alat  pelindung diri (masker dan kacamata google);
  2. Setiap orang yang memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas dilarang  masuk ke tempat pemotongan: dan
  3. Panitia berasal dari lingkungan tempat sama dan tidak dalam masa karantina mandiri.

D. Penerapan Higiene dan Sanitasi

  1. Menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun cair dan/atau hand sanitizer dengan kandungan  alkohol paling kurang 70% di setiap akses masuk atau tempat yang mudah dijangkau;
  2. Melakukan pembersihan dan desinfeksi terhadap peralatan sebelum dan setelah digunakan serta selalu memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis, dengan melakukan pembersihan  secara  berkala (4 jam sekali) peralatan yang digunakan bersama dan area fasilitas umum lainnya;
  3. Petugas harus segera membersihkan diri (mandi dan mengganti pakaian) sebelum kontak langsung dengan keluarga/orang lain pada saat tiba di rumah;
  4. Setiap orang di tempat pemotongan harus menggunakan perlengkapan milik pribadi seperti alat sholat, alat makan dan minum;
  5. Setiap orang menghindari berjabat tangan atau kontak langsung lainnya, dan memperhatikan etika batuk/bersin/meludah dan
  6. Setiap orang dari tempat pemotongan harus segera membersihkan diri  (mandi dan mengganti pakaian) sebelum kontak langsung dengan keluarga/orang lain pada saat tiba di rumah.

(ben)