Panen Raya Cabai Desa Palugon Kecamatan Wanareja.

Cilacap — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto SP bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap / Anggota DPR RI Komisi ll Fraksi Golkar Hj.Teti Rohatiningsih, S.Sos., melakukan kunjungan kerja dan panen raya cabai merah

Cilacap — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto SP bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap / Anggota DPR RI Komisi ll Fraksi Golkar Hj.Teti Rohatiningsih, S.Sos., melakukan kunjungan kerja dan panen raya cabai merah besar di Desa Palugon Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap.Kamis.(7/1/2021).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap Hj. Teti Rohatiningsih, S.Sos. Mengatakan dalam sambutanya, “Saya sangat senang sekali melihat kompaknya Kelompok Tani Karya Mekar Desa Palugon, para petani disini betul-betul serius dan mampu mengolah lahan sehingga hasil panen cabai sangat melimpah,” Ungkap Teti.

Teti juga menyampaikan, yakin bahwa kelompok tani yang ada di Desa Palugon patut menjadi contoh, ”pertaninan asalakn dikelola dengan baik dan serius pasti hasilnya akan bagus dan sangat diharapkan,” tambahnya.

Setelah acara tatap muka dan sebelum melaksanakan panen raya cabai merah besar, Teti didampingini Supriyanto menyerahan bantuan kepada Kelompok Tani “Karya Mekar”,Teti berpesan agar bantuan ini dimanpaatkan dengan baik agar produksi cabai yang ada di Desa Palugon akan semakin melimpah hasilnya.

Sementara Itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto SP, saat melakukan kunjungan kerja dan panen raya cabai ke Desa Palugon Kecamatan Wanareja Kamis (7/1) memastikan bahwa ketersediaan cabai aman.

Jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap menyebutkan bahwa produksi cabai mencukupi kebutuhan meskipun terjadi kenaikan harga hingga Rp 47 ribu/kg.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto SP
melakukan panen raya cabai merah besar di Desa Palugon, Kecamatan Wanareja Cilacap dan cabai merah besar. Luas hamparan pertanaman cabai merah besar yang sedang panen mencapai 50 hektare yang dikelola oleh kelompok tani “Karya Mekar”. Dari total luas panen cabai merah besar kurang lebih 50 ha dan menghasilkan 70 ton Cabai merah besar.

“Untuk cabai besar pasokan dan harga cukup aman yakni di kisaran Rp 45-47 ribu/kg di tingkat Pasar. Cabai merah besar memang terjadi distorsi karena telah memasuki musim hujan. Pertanaman ada yang terkena banjir, jadwal petik terganggu, proses pemasakan cabai lebih lama, serangan OPT, busuk buah dan lain sebagainya.

Kondisi ini diprediksi akan berakhir Januari/Pebruari dan harga akan kembali normal. Supriyanto menyampaikan bahwa naiknya harga cabai yang terjadi sejak pergantian tahun kemarin bukan karena tidak ada produk. Ujarnya.

Hal ini terjadi akibat adanya penundaan jadwal petik. Petani khawatir ada penutupan jalan distribusi dan armada-armada pengangkut cabainya libur.

Akibatnya tidak ada pasokan yang masuk ke pasar dan pedagang hanya menghabiskan stok cabai dari tanggal 31 Desember. Kondisi inilah yang menyebabkan lonjakan harga mulai tanggal 1 Januari hingga tembus Rp 47 ribu/kg.

Meskipun demikian, harga di tingkat petani tetap dinilai wajar. Pihaknya juga menyampaikan bahwa harga akan kembali turun pada Januari/Pebruari ini.

“Harga akan cenderung turun pada kisaran Rp 30 ribu/kg karena pedagang sudah menyesuaikan pembelian. Ke depan, jika intensitas hujan semakin berkurang maka rontok bunga berkurang serta proses pemasakan buah menjadi lebih cepat. Pemetikan setiap 5-7 hari menjadi 4 hari sekali,” ujarnya.

Dinas Pertanian terus melakukan upaya-upaya dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga. Dispertan Kabupaten Cilacap akan membantu pengembangan dan pemasaran wilayah sentra ke kota-kota yang kekurangan pasokan sehingga bisa menekan harga jual.

Selain itu, Dispertan juga akan memfasilitasi sarana pengolahan cabai, gudang penyimpanan (cool storage) yang dapat dimanfaatkan pada saat harga rendah.Untuk pengendalian di sisi on farm, Dispertan Kabupaten Cilacap secara rutin mengirimkan ke seluruh Kecamatan Data Early Warning System aneka cabai untuk 3 bulan ke depan, “Ungkapnya.

Data ini bisa dijadikan acuan untuk memprediksi produksi. Tak hanya itu, sosialiasi dan tindakan-tindakan preventif untuk pengendalian serangan pada cabai di berbagai musim juga telah dilakukan bersama-sama dengan petugas dinas dan penyuluh.

Diharapkan petani mengaplikasikan berbagai ilmu tersebut untuk menjaga produktivitas cabainya.Pungkasnya.