Monev Bantuan Pasca Panen Tanaman Pangan

Dinas Pertanian melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terkait bantuan peralatan pasca panen yang disalurkan kepada petani Desa Sikampuh Kecamatan Kroya. Monev dipimpin Kepala Bidang Tanaman Pangan Ermawatie Syahyuni, Selasa (15/9). Peserta monev adalah para

Dinas Pertanian melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terkait bantuan peralatan pasca panen yang disalurkan kepada petani Desa Sikampuh Kecamatan Kroya. Monev dipimpin Kepala Bidang Tanaman Pangan Ermawatie Syahyuni, Selasa (15/9). Peserta monev adalah para penerima bantuan peralatan pasca panen di Desa Sikampuh, seperti vertical dryer dan combine harvester.

Berdasarkan hasil monitoring, Erma memaparkan bahwa bantuan tersebut telah dipergunakan oleh kelompok tani dengan baik. Kelompok tani dan gapoktan penerima bantuan alat pasca panen tanaman pangan terutama vertical dryer padi dan jagung telah memaksimalkan pemanfaatan alat dan secara berkala melaporkan kepada petugas sebagai bahan evaluasi.

Dihadapan peserta monev, Erma berharap agar pemanfaatan bantuan alat diutamakan melayani  petani setempat. Jika sudah terlayani baru bisa melayani ke luar desa atau kecamatan dalam satu kabupaten dengan perjanjian tertulis diketahui Penyuluh Pertanian Lapangan dan Dinas.

Erma juga melarang kepada penerima bantuan alat pasca panen terutama combine harvester agar tidak meminjamkan alat ke luar kabupaten/ provinsi. Karena maksud dari pemberian bantuan alat tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas hasil panen dan menekan kehilangan di wilayah setempat.

Pada kesempatan tersebut, Erma juga menginformasikan bahwa Dinas Pertanian sedang merintis korporasi petani untuk wilayah kecamatan Sampang, Maos, Adipala dan Kesugihan. Menurut Erma, salah satu sarana pendukung utamanya adalah ketersediaan alat pasca panen. Hal tersebut dapat menjadi peluang besar bagi poktan/ gapoktan penerima bantuan alat pasca panen di sekitar kecamatan tersebut untuk dapat meningkatkan cakupan pemanfaatan alatnya.

Pemberian bantuan alat pasca panen ditujukan untuk meningkatkan kualitas hasil panen dan menekan kehilangan hasil. Upaya ini diharapkan agar produksi secara keseluruhan meningkat dan kesejahteraan petani juga ikut meningkat.

(boesyet/ben)