Percepat Koneksi ke AWR, Admin Kostratani Ikuti Pelatihan.

Admin Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di wilayah Kabupaten Cilacap dilatih konektivitas pelaporan data melalui aplikasi Laporan Uama Kementerian Pertanian. Pelatihan ini diarahkan agar Admin Kostratani dapat mengakses dan mengisi data pada aplikasi yang terhubung

Admin Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di wilayah Kabupaten Cilacap dilatih konektivitas pelaporan data melalui aplikasi Laporan Uama Kementerian Pertanian. Pelatihan ini diarahkan agar Admin Kostratani dapat mengakses dan mengisi data pada aplikasi yang terhubung langsung dengan Agricultural War Room (AWR) di Kantor Pusat Kementan Jakarta. Pelatihan dilaksanakan Jumat (14/8) bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Majenang. Pelatihan dilaksanakan berkat pendampingan merupakan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang selaku pendamping program Kostratani Kabupaten Cilacap.

Peserta antusias mengikuti jalannya pelatihan yang dipandu oleh Dosen Polbantan Yoma, Budi Wijayanto dan Sukadi. Para admin diarahkan untuk mengakses http://laporanutama.pertanian.go.id/ dengan mengisi username dan password masing-masing BPP. Pengisian data dilakukan mingguan pada bulan berjalan yang fungsinya sebagai monitoring apakah di suatu wilayah tersebut mengalami surplus atau defisit serta melihat apakah terjadi lonjakan harga pasar.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Budy Setyawan pada kesempatan itu juga menyampaikan, IT mendukung Kostratani dimana BPP sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

Lebih lanjut Budy menambahkan, akurasi data sangat dibutuhkan untuk para pemangku kepentingan menentukan kebijakan pertanian. Karenanya, kemampuan input data dari para penyuluh harus terus ditingkatkan. Penyuluh dianggap sebagai sumber data pertanian yang aktual dan faktual, karena data disampaikan secara rutin setap minggunya langsung dari lapangan.

Melalui pelatihan ini, peserta dilatih untuk menginput data-data tujuh komoditas utama. Yaitu padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai merah, gula dan daging. Selain itu juga data saprotan, KUR, CPCL dan data lainnya melalui aplikasi Laporan Utama Kementerian Pertanian. Data yang diinput diharapkan menjadi bg data pertanian yang dapat diakses oleh semua pihak yang berkepentingan.

Dengan adanya aplikasi Laporan Utama Kementerian Pertanian, diharapkan akan mempercepat terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern.