INOVASI OLAHAN JAGUNG OLEH UPH JAGUNG KT. GAYAM SARI DS.BREBEG KEC.JERUKLEGI

Kabupaten cilacap merupakan 10 kabupaten penyangga utama pangan di tingkat nasional maupun tingkat Provinsi Jawa Tengah (hasil rilis kementrian pertanian 2020). Dengan luas sawah 66.527 ha cilacap memiliki komiditi unggulan utama tanaman pangan adalah padu,

Kabupaten cilacap merupakan 10 kabupaten penyangga utama pangan di tingkat nasional maupun tingkat Provinsi Jawa Tengah (hasil rilis kementrian pertanian 2020). Dengan luas sawah 66.527 ha cilacap memiliki komiditi unggulan utama tanaman pangan adalah padu, selain itu dilahan kering seluas 41.335 ha digunakan untuk pengembangan jagung seluas 6.500 dengan produksi rata-rata 40.000 ton jagung pipilan kering per tahun. Lokasi sentra jagung tersebar di 6 kecamatan yaitu Jeruklegi, Kawunganten, Bantarsari, Gandrungmangu, Cimanggu, Karangpucung.

Dicermati dari ketersediaan lahan dan produksi yang dihasilkan, Kabupaten Cilacap cocok untuk wilayah pengembangan jagung. Pasar masih terbuka lebar dan sarana produksi tersedia dekat dengan petani. Harapannya adalah dengan produksi yang semakin meningkat akan mengurangi porsi impor jagung.

Untuk menambah nilai ekonomisnya, jagung juga di olah menjaadi makanan ringan. Kegiatan ini sudah dilakukan oleh Kelompok tani Gayam Sari Desa Brebeg Kecamatan Jeruklegi melalui kegiatan Unit Pengolahan Hasil (UPH) jagung untuk di olah dan di produksi menjadi emping jagung. UPH merupakan bantuan dari Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Ditjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian sumber dan APBN TP Provinsi Jawa Tengah tahun 2019 berupa alat dan bangunan. Kapasitas produksi dapat mengolah 10kg jagung pipilan kering menjadi emping jagung setiap harinya. Dampak yang dirasakan dengan adanya UPH jagung adalah kegiatan kelompok tani bertambah dan semakin variatif, kelompok wanita tani dapat berkontribusi dalam UPH sebagai tenaga kerja. Pendapatan kelompok tani juga bertambah 2.200.000,- per bulan hasil dari penjualan produk emping jagung.

Selain menambah nilai ekonomis produk jagung, UPH juga dapat menumbuhkan jiwa wirausaha ditingkat kelompok tani, karena di dalan UPH dituntut adanya kreatifitas untuk mengolah dan mengemas produk jagung sehingga menarik minat konsumen untuk membeli. Harapan kedepan UPH dapat memproduksi dan memasarkan produknya dengan kapasitas yang lebih banyak lagi, sehingga dapat menambah lapangan kerja di sekitar lokasi. Dengan demikian petani jagung dan keluarganya akan meningkat dari segi ekonomi.