DIHADAPAN MENTERI, BUPATI PAMERKAN POTENSI BESAR PERTANIAN CILACAP

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji memamerkan potensi pertanian di Kabupaten Cilacap kepada Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Menurut Bupati, Cilacap memiliki potensi pertanian yang sangat besar apabila dapat dimanfaatkan secara optimal. “ Dengan  luas areal

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji memamerkan potensi pertanian di Kabupaten Cilacap kepada Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Menurut Bupati, Cilacap memiliki potensi pertanian yang sangat besar apabila dapat dimanfaatkan secara optimal. “ Dengan  luas areal persawahan mencapai 66 ribu hektare, Kabupaten Cilacap merupakan salah satu penyangga pangan di Provinsi Jawa Tegah dan nasional,” terang Tatto. Dengan luas tersebut, lanjut Tatto, Cilacap mampu surplus beras sekitar 200 ribu ton setiap tahunnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menerima kunjungan kerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rangka Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Percepatan Tanam Padi Musim Tanam II Tahun 2020 di Desa Sidaurip Kecamatan Gandrungmangu, Sabtu (13/6).

Menurut Bupati, gerakan percepatan olah tanah dan tanam padi di Desa Sidaurip tersebut dilaksanakan pada lahan sawah seluas 300 hektare yang telah selesai panen. Ditambahkan Bupati, di Kecamatan Gandrungmangu, terdapat sawah seluas 5.161 hektare.  Sedangkan di Desa Sidaurip memiliki sawah  seluas 1.349 hektare.

Potensi yang sangat besar tersebut apabila dimanfaatkan secara optimal, menurut Bupati, dapat meningkatkan produksi pertanian yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan para petani. Keberhasilan pembanguna pertanian di Kabupaten Cilacap, tambah Bupati, dapat tercapai karena didukung dengan upaya optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian, penerapan panca usaha tani, serta penggunaan mekanisasi alat pertanian dengan baik dan benar.

“Penggunaan mekanisasi alat pertanian tersebut selain untuk meningkatkan produksi, juga untuk mengantisipasi berkurangnya tenaga kerja di bidang pertanian. Hal ini juga telah diterapkan oleh para petani di Desa Sidaurip, sehingga mereka sudah terbiasa dengan mekanisasi pertanian, mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, sampai dengan panen,” tutur Bupati.

Kedepan, Bupati berupaya pengelolaan tanaman dapat terus dikembangkan, sehingga pencapaian produksi pertanian yang ditargetkan dapat direalisasikan, dan swasembada pangan akan terus berkelanjutan.

(boesyet/ben)