Mentan Turun Langsung Ke Cilacap, Panen Padi dan Menggalakkan Percepatan Tanam

Cilacap – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Cilacap, tepatnya di Desa Sidaurip Kecamatan Gandrungmangu, Sabtu, 13 Juni 2020. Kali ini Mentan melakukan panen sekaligus percepatan tanam padi dalam rangka

Cilacap – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Cilacap, tepatnya di Desa Sidaurip Kecamatan Gandrungmangu, Sabtu, 13 Juni 2020. Kali ini Mentan melakukan panen sekaligus percepatan tanam padi dalam rangka Gerakan Percepatan Olah Tanam Padi Musim Tanam II Tahun 2020.

Turut hadir pada kesempatan tersebut jajaran Kementerian Pertanian, perwakilan Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda Kabupaten Cilacap, jajaran perbankan, kelompok tani dan undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyampaikan terimakasih atas dukungan Kementerian Pertanian dalam mendorong Kabupaten Cilacap sebagai lumbung pangan berkualitas.

Dia berharap bantuan tersebut mampu mendongkrak daya gedor petani untuk meningkatkan produksi pertanian yang jauh lebih besar lagi. Kehadiran Mentan, kata Tatto, membantu meningkatkan kepercayaan diri para petani di tengah adanya wabah pandemi.

“Dengan hadirnya pak Mentan, petani cilacap semakin semangat untuk mengantisipasi kelangkaang pangan. Apalagi Cilacap merupakan salah satu Kabupaten terluas di Indonesia. Untuk itu, kita tidak akan membiarkan petani berjuang sendirian. Bersama Kementan, TNI dan Polri, semua bergerak untuk memajukan pertanian di Kabupaten Cilacap,” terangnya.

Ia menambahkan persediaan beras pada 2020 terjamin aman sebab selain dari produksi tahun ini, juga terdapat stok dari surplus 2019 sebanyak 265.000 ton beras.

“Oleh karena itu, kami prediksi panen padi di tahun 2020 akan mencapai 786.364 ton. Panen padi di Cilacap sudah berjalan sejak awal 2020. Pada bulan Januari-Maret, produksi padi mencapai 183.319 ton dan pada bulan April mencapai 136.534 ton. Jadi produksi padi kami yakin surplus bahkan bisa disuplai ke daerah lain,” katanya.

Dalam arahannya, Mentan mengatakan Kabupaten Cilacap merupakan daerah subur dengan potensi pertanian yang luar biasa. Cilacap juga merupakan tempat strategis untuk dijadikan konsentrasi pertanian karena memiliki hamparan tanah yang luas dan belum diolah secara maksimal.

“Oleh karena itu, sekali lagi saya ingin Kabupaten Cilacap menjadi contoh bagi Kabupaten lain baik di Jawa Tengah maupun di pulau lainnya,” katanya.

Untuk merealisasikan target tersebut, Syahrul mengatakan bahwa pihaknya akan memperbaiki sistem produksi dan distribusi dari hulu hingga dari hilir. Kemudian memperbaiki pemberian pupuk, bibit hingga pemanfaatan mekanisasi berupa penggilingan siap pakai.

“Saya optimistis Kabupaten Cilacap mampu menghadapi semua tantangan yang ada, termasuk wabah Covid 19. Kalau Cilacap sudah bagus, pasti satu Jawa Tengah juga ikut bagus,” katanya.

Pada kesempatan tersebut diserahkan juga sejumlah bantuan dari Kementerian Pertanian, diantaranya dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian serta bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari beberapa bank. Selain itu diserahkan pula polis dan klaim Asuransi Usaha Tani Padi.

“Bantuan ini adalah bentuk dukungan kami kepada Kabupaten Cilacap untuk meningkatkan produksi pertanian agar menjadi andalan pemenuhan pangan nasional,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto, yakin petani cilacap mampu tetap kuat bertahan ditengah situasi pandemi covid-19 ini. “Dengan dukungan materiil dan moril dari Bapak Menteri Pertanian dan Bapak Bupati Cilacap, kami yakin petani kami tetap kuat bertahan dan tetap berproduksi disaat situasi pandemi covid-19.” katanya.