Siasati Pandemi Corona, Lapak Petani Kini Hadir Online

Dampak virus corona benar-benar hampir melumpuhkan kegiatan di masyarakat, tidak terkecuali petani. Kebijakan untuk menjaga jarak dan untuk tetap di rumah bagi masyarakat di tengah pandemi corona ini membuat petani kesulitan menjual produknya secara langsung.

Dampak virus corona benar-benar hampir melumpuhkan kegiatan di masyarakat, tidak terkecuali petani. Kebijakan untuk menjaga jarak dan untuk tetap di rumah bagi masyarakat di tengah pandemi corona ini membuat petani kesulitan menjual produknya secara langsung.

Dalam menghadapi situasi ini Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap mendorong dan memfasilitasi petani melalui Paguyuban Petani Hortikultura Cilacap (PHC) untuk tetap semangat berusaha tani di tengah pandemi COVID-19. Salah satunya adalah dengan menerapkan jual beli online.

“Kita mendorong petani kita untuk mengembangkan Lapak Petani Online, guna mengisi peluang pasar akibat dari kebijakan WFH dan anjuran untuk tetap tinggal di rumah.” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto.

Supriyanto menambahkan, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap menyediakan tempat Aula yang bisa digunakan oleh petani sebagai tempat singgah atau penyimpanan sementara barang (produk pertanian) yang akan di pasarkan.

Manfaat dari kegiatan tersebut, kata Supriyanto, atara lain adalah memberikan kesempatan kepada petani untuk tidak lesu dalam berusahatani dengan memanfaatkan peluang pasar yang tercipta akibat dari pandemi COVID-19 dan ikut berpartisipasi dalam mengendalikan harga bahan pangan akibat pandemi COVID-19.

Dalam pelaksanaannya Lapak Petani Online ini tetap harus memperhatikan protokol kesehatan guna ikut mencegah penyebaran COVID-19, seperti :

  1. Menjaga kesehatan petani dengan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir,
  2. Menyemprotkan air sabun sebagai disinfektan ke packing barang yang sudah siap diantar ke konsumen, dan
  3. Jaga jarak dan menggunakan masker saat penyediaan/ packing barang dan pengantaran barang.