Ikuti Bimtek, Petani Milenial Cilacap Dituntut Kuasai IT

RUMPUN ONLINE – Sebanyak 24 Petani Milenial Cilacap pada hari Kamis dan Jumat (20-21 / 02) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Penguatan Petani Milenial di Kabupaten Cilacap. Kegiatan hasil kerjasama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian

RUMPUN ONLINE – Sebanyak 24 Petani Milenial Cilacap pada hari Kamis dan Jumat (20-21 / 02) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Penguatan Petani Milenial di Kabupaten Cilacap. Kegiatan hasil kerjasama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Peserta berasal dari wilayah timur di Kabupaten Cilacap, diantaranya Kecamatan Maos, Kroya, Sampang, Kesugihan, Nusawungu, Binangun, Adipala, Cilacap, Kawunganten dan Jeruklegi. Sementara, pemateri berasal dari Polbangtan YoMa, Dinas Pertanian, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap dan praktisi pertanian organik, dan.

Dalam Pelatihan dan Bimbingan Teknis tersebut disampaikan materi antara lain Manajemen Usaha Pertanian, Persyaratan Ekspor Komoditas Pertanian, Informasi Pasar Pertanian, Teknologi Pupuk dan Pemupukan, Mekanisasi Pertanian 4.0, Diskusi Perkembangan Kelompok, Asuransi dan Pembiayaan Pertanian, Hama Penyakit Tanaman, Pertanian Organik dan Budidaya Pertanian Lahan Sempit.

Diharapkan setelah pelatihan, peserta yang berasal dari 6 Kelompok Usaha Bersama yang terbentuk tahun 2019 tidak lagi menjadi petani biasa-biasa saja. Mereka diharapkan tidak hanya sekedar menanam, namun harus memiliki kemampuan kewirausahaan dan pemasaran online seiring dengan kemajuan teknologi. Generasi Milenial terus menjadi target untuk mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia. Program ini tujuan utamanya untuk menumbuh kembangkan wirausaha muda pertanian. Petani milenial adalah petani yang berusia 19-39 tahun atau yang berjiwa milenial yang adaptif dalam pemahaman teknologi digital sehingga tidak kaku dalam melakukan identifikasi dan verifikasi teknologi.

Tindak lanjut dari Bimtek ini adalah Pembentukan Kelompok Usaha Bersama untuk melakukan usaha tani modern yang berdaya saing dan berkelanjutan. Harapannya ada peningkatan kapasitas petani milenial menjadi berkualitas, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis. Generasi muda petani merupakan kunci dalam modernisasi sebagai solusi untuk menarik generasi muda agar terlibat dalam bisnis pertanian.

Petani milenial di Kabupaten Cilacap sudah mulai tumbuh, mereka penerus estafet pembangunan pertanian dimasa dating. Untuk itu, mereka harus cerdas, melek teknologi dan teknologi informasi seiring dengan era industri 4.0.

Pemanfaatan teknologi 4.0 itu sangat efisien. Dengan teknologi ini, pertanian tumbuh dalam waktu yang cepat. Produk pertanianpun dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri serta kebutuhan untuk ekspor.

(boesyet/ben)