Dispertan Gencarkan Sosialisasi AUTP

Belum turunnya hujan di wilayah Kabuputen Cilacap saat ini memang menjadi ancaman tersendiri bagi petani. Kini petani tak perlu khawatir karena pemerintah telah memfasilitasi dengan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Kondisi hujan yang masih belum turun

Belum turunnya hujan di wilayah Kabuputen Cilacap saat ini memang menjadi ancaman tersendiri bagi petani. Kini petani tak perlu khawatir karena pemerintah telah memfasilitasi dengan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Kondisi hujan yang masih belum turun dan menyebabkan lahan petani kekeringan menjadi momentum untuk lebih meningkatkan sosialisasi Asuransi Pertanian.

Sosialisasi kali ini dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Cilacap Supriyanto, SP,MP didampingi oleh Kasi pembiayaan dan investasi, Endah Tri Wahyuni, SPt dan menggandeng PT. Jasindo Cabang Purwokerto, Bambang Takarisman. Sosialisasi dilaksanakan di Desa Grugu Kecamatan Kawunganten, Kamis (24/10/2019).

Kepala Dinas Pertanian mengatakan dengan adanya AUTP, petani yang terkena musibah banjir dan kekeringan bisa mendapatkan ganti rugi. Dengan membayar premi hanya Rp 36 ribu/ha/musim, petani yang sawahnya terkena bencana banjir, kekeringan dan serangan OPT dapat klaim (ganti) sebesar Rp 6 juta/ha. Dan dari klaim tersebut petani dapat melanjutkan usaha tani padinya.

“AUTP ini akan terus kami sosialisaikan ke petani. Karena ini menjadi bentuk perlindungan kepada mereka dan saat ini sudah banyak petani yang mendaftar menjadi peserta AUTP,” katanya.

Supriyanto menjelaskan petani hanya diwajibkan membayar sebesar 20% atau Rp 36 ribu/ha, sedangkan 80% sisanya atau Rp 144 ribu disubsidi pemerintah.

Supriyanto menambahkan upaya penanggulangan gagal panen akibat bencana kekeringan ini sebenarnya sudah dilakukan. Seperti menginformasikan kepada para petani terkait iklim berdasar pantauan BMKG. Kemudian memberikan rekomendasi budidaya tanaman. Seperti penggunaan varietas toleran kekeringan.

Selain itu, ditambahkannya, dengan meminta petani mengikuti pola tanam yang telah ditetapkan. Termasuk meminta petani untuk menggunakan pupuk organik. Sebab akan meningkatkan daya ikat air dalam tanah. (Kar)

Related Post