Penyuluh Pertanian Wajib Tingkatkan Kemampuan IT

Era industri 4.0 harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten. Mereka dituntut dapat mengelola dan menghadapi disrupsi teknologi ini. Inovasi teknologi bersama sumberdaya manusia dan infrastruktur menjadi pengungkit yang besar dari efisiensi dan

Era industri 4.0 harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten. Mereka dituntut dapat mengelola dan menghadapi disrupsi teknologi ini. Inovasi teknologi bersama sumberdaya manusia dan infrastruktur menjadi pengungkit yang besar dari efisiensi dan daya saing sektor pertanian.

Oleh karena itu, penyuluh harus meningkatkan kemampuan diri dari kemampuan dalam Informasi Teknologi (IT) dan penyerapan teknologinya. Penyuluh harus masuk ke era 4.0 yang kini sudah menghasilkan teknologi yang lebih efisien dan produktivitas tinggi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto SP, MP mengatakan dengan penyuluh yang semakin berpikir agribisnis dan mampu meningkatkan diri dalam penyerapan teknologi IT, akan semakin banyak kelompok tani (Poktan) yang meningkat kapasitasnya menjadi korporasi petani, bahkan Badan Usaha Milik Petani (BUMP).

“Kedepan, buruh tani akan menjadi tenaga kerja tani yang profesional dan poktan-poktan akan menjadi pengusaha bahkan terdaftar menjadi produk UMKM. Sehingga perlu peningkatan dalam penyebaran materi penyuluhan dan teknologi” tuturnya.

Supri menengaskan kunci dalam menghadapi era 4.0 adalah sumberdaya manusia yaitu petani dan penyuluh. Sebagai ujung tombak dari pembangunan pertanian, penyuluh menjadi tumpuan harapan pertanian yang harus bisa menguasai teknologi dan paham sistem agribisnis yaitu apa yang dibutuhkan pasar dan menjadi titik tolak bagaimana mengembangkan materi penyuluhan untuk mendampingi petani. (And)

Related Post