Minim Regenerasi, Petani Cilacap Mulai Lirik Combine Harvester

Minimnya regenerasi petani menjadi salah satu ancaman serius dalam bidang pertanian di sejumlah wilayah Indonesia. Para petani di Indonesia banyak yang berusia tua dan sulit mendapatkan generasi penerus, khususnya dari pemuda. Minat dan partisipasi generasi

Minimnya regenerasi petani menjadi salah satu ancaman serius dalam bidang pertanian di sejumlah wilayah Indonesia. Para petani di Indonesia banyak yang berusia tua dan sulit mendapatkan generasi penerus, khususnya dari pemuda. Minat dan partisipasi generasi muda dalam bidang pertanian terus menurun. Ada sejumlah penyebab, seperti pertanian dianggap tidak mampu menopang masa depan, akses lahan dan modal yang terbatas, dan minimnya berbagai dukungan lain bagi generasi muda. Ini menyebabkan potensi pertanian tidak bisa digarap optimal.

Untuk itu, petani saat ini dituntut harus menguasai penerapan teknologi dan SDM unggul untuk mengelola usaha pertanian, sehingga mampu berdaya saing dalam segi kualitas dan produktivitas. Penerapan teknologi sangat menguntungkan pendapatan petani karena mampu menekan biaya produksi.

Sejumlah petani di wilayah Kabupaten Cilacap  mulai mengandalkan mesin pemanen kombinasi atau combine harvester saat melakukan melakukan panen raya padi. Penggunaan mesin ini akan memudahkan petani agar panen lebih efektif serta menghemat biaya dan waktu.

Selain menghemat biaya dan waktu mesin pemanen tersebut memberikan kualitas dan kuantitas hasil panen lebih baik dibandingkan secara manual atau tradisional.

Selain itu, penggunaan mesin juga bisa menghematkan biaya. Sebelum menggunakan mesin kombinasi, biaya per hektarnya lebih mahal  dan waktu diperlukan untuk panen padi lebih lama.

Hasil panen menggunakan mesin juga berimbas kepada kualitas dan kuantitas padi, sehingga tidak diragukan lagi hasilnya dan juga petani memperoleh keuntungan berlipat dengan adanya penggunaan teknologi seperti ini. (And)

Related Post