Serayu Dibuka, Dinas Pertanian Cilacap Percepat Olah Tanah dan Tanam Padi

Cilacap – Pengeringan total akibat rehab jaringan di DI-Serayu, menyebabkan kurang lebih 16.000 ha tanaman padi di DI-Serayu tidak bisa tanam di MT 3 (juli 2019). Pengeringan terjadi dari mulai tanggal 1 juli hingga 15

Cilacap – Pengeringan total akibat rehab jaringan di DI-Serayu, menyebabkan kurang lebih 16.000 ha tanaman padi di DI-Serayu tidak bisa tanam di MT 3 (juli 2019). Pengeringan terjadi dari mulai tanggal 1 juli hingga 15 September 2019 kemarin.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap mengadakan Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) dan semai padi dengan varietas umur pendek di Desa Panisihan Kecamatan Maos, Rabu (25/9).

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Ermawati Syahyuni, SP, MP mengatakan, air irigasi dari Bendung Gerak Serayu sudah dibuka kembali. Dengan mulai mengalirnya air di saluran irigasi tersebut, kami menghimbau petani bisa segera melakukan musim tanam.

“Saluran irigasi teknis yang berasal dari Bendung Gerak Serayu, melayani sekitar 16 ribu hektar lahan sawah. Antara lain di wilayah Kecamatan Sampang, Maos dan Kesugihan. Dengan mulai mengalirnya air di saluran irigasi tersebut, maka kami menghimbau agar petani di wilayah tersebut bisa memulai Gerakan Percepatan Olah Tanah ( GPOT ) di  musim tanam 1″, jelasnya.

Ermawati berharap, petani di sekitar saluran irigasi teknis Bendung Gerak Serayu bisa mulai mengolah tanah pada akhir September ini, dan menyebar benih paling lambat pada pertengahan Oktober 2019. Dengan demikian, panen bisa pada bulan Januari   2020 dan petani bisa menikmati harga yang bagus. (Kar)

Related Post